Standar Pengemasan Produk Maklon: Ketentuan BPOM, Desain Kemasan, dan Proses Filling untuk MOQ 1000 Pcs (2026)

standar pengemasan produk maklon

Ditulis Tim R&D PT Gazka Biofarma Kosmetindo – 15 tahun mendampingi brand dari awal hingga sukses.

Di artikel pilar “Proses Produksi Maklon Kosmetik 2026”, kami telah menyebutkan bahwa pengemasan adalah tahap akhir sebelum produk dikirim ke konsumen. Banyak brand owner yang menganggap pengemasan hanya urusan estetika, padahal ada standar ketat yang harus dipenuhi terutama untuk memenuhi regulasi BPOM. Pertanyaan yang sering muncul: “Apa saja standar pengemasan produk maklon? Bagaimana aturan logo BPOM dan komposisi? Bagaimana proses filling untuk 1000 pcs?”

Hari ini, Tim R&D PT Gazka Biofarma Kosmetindo akan membedah tuntas standar pengemasan produk maklon — mulai dari ketentuan informasi wajib pada kemasan, desain yang sesuai BPOM, proses filling dan labeling, hingga final QC sebelum pengiriman. Dengan pemahaman ini, Anda dapat memastikan kemasan produk Anda tidak hanya menarik tetapi juga memenuhi persyaratan legal.


Mengapa Standar Pengemasan Itu Krusial?

Kemasan adalah “wajah” produk Anda sekaligus dokumen legal. Kemasan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan:

  • Penolakan notifikasi BPOM (produk tidak bisa diedarkan).
  • Denda atau sanksi dari BPOM jika ditemukan di pasaran.
  • Kebingungan konsumen karena informasi tidak lengkap.
  • Kerusakan produk selama pengiriman (kebocoran, kemasan penyok).

Kisah nyata: Seorang klien kami mendesain kemasan yang sangat cantik tetapi lupa mencantumkan komposisi dalam format INCI dan logo BPOM. Saat diajukan notifikasi, BPOM menolak. Ia harus mencetak ulang 1000 dus, biaya tambahan Rp 7 juta, dan kehilangan waktu 2 minggu. Setelah itu, ia selalu berkonsultasi dengan tim legal PT Gazka sebelum mencetak kemasan.

Di PT Gazka, kami memiliki tim yang memeriksa desain kemasan klien secara gratis sebelum dicetak, memastikan semua informasi wajib ada dan sesuai ketentuan.

JASA MAKLON KOSMETIK


Informasi Wajib pada Kemasan Kosmetik (Sesuai BPOM)

Berdasarkan Peraturan BPOM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Kosmetik, setiap kemasan kosmetik wajib mencantumkan informasi berikut. Jangan sampai ada yang terlewat.

NoInformasi WajibKeteranganLokasi pada Kemasan
1Nama produkSesuai dengan yang didaftarkan di BPOM, tidak menyesatkan.Kemasan primer dan sekunder
2Komposisi (INCI)Daftar bahan baku dalam bahasa Latin/Inggris, urutan dari konsentrasi tertinggi ke terendah.Kemasan primer (botol/tube) atau sekunder (dus)
3Berat/volume nettoContoh: 30 ml, 50 g. Satuan resmi.Kemasan primer
4Nama dan alamat produsenNama dan alamat pabrik maklon yang memproduksi.Kemasan sekunder (dus)
5Nomor notifikasi BPOMDicantumkan setelah izin terbit. Bisa dengan stiker atau cetak langsung.Kemasan primer dan sekunder
6Logo BPOMHitam putih, proporsi 1:1, ukuran minimal 5 mm. Tidak boleh dimodifikasi.Kemasan primer (minimal) dan sekunder
7Kode produksi (batch number)Untuk keperluan traceability.Kemasan primer dan sekunder
8Tanggal kadaluarsaFormat: EXP atau Kedaluwarsa (bulan/tahun).Kemasan primer dan sekunder
9Cara penggunaanInstruksi sederhana yang mudah dipahami.Kemasan sekunder (dus) atau leaflet
10Cara penyimpananContoh: “Simpan di tempat sejuk dan kering, hindari sinar matahari langsung.”Kemasan sekunder (dus) atau leaflet
11Peringatan (jika diperlukan)Misal: “Hindari kontak dengan mata”, “Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi”.Kemasan sekunder

Catatan penting: Jika kemasan primer terlalu kecil (misal botol serum 15 ml), informasi minimal yang wajib ada: nama produk, logo BPOM, netto, batch number, dan tanggal kadaluarsa. Informasi lainnya dapat dicantumkan pada dus (kemasan sekunder).


Proses Pengemasan Produk Maklon (MOQ 1000 pcs)

Setelah batch produk dinyatakan lolos QC, proses pengemasan dimulai. Berikut adalah tahapannya di pabrik profesional:

Tahap 1: Persiapan Kemasan Primer dan Sekunder

Kemasan primer (botol, tube, jar) dan sekunder (dus, karton) dibersihkan dan disterilkan (jika diperlukan). Untuk kemasan custom dengan MOQ 1000 pcs, pastikan cetakan sudah sesuai desain dan tidak ada cacat.

Tahap 2: Filling (Pengisian Produk)

Produk cair/krim diisi ke dalam kemasan primer menggunakan mesin filler. Untuk MOQ 1000 pcs, digunakan filler semi-otomatis atau otomatis dengan akurasi tinggi (toleransi ±0,5 gram). Operator memeriksa setiap kemasan yang terisi untuk memastikan volume sesuai dan tidak ada tumpah. Produk yang terlalu sedikit (underfill) akan dikembalikan ke tangki untuk diisi ulang.

Tahap 3: Penutupan (Capping)

Setelah diisi, kemasan ditutup rapat (tutup botol, pump, atau tube sealer). Pastikan tutup tidak longgar agar tidak bocor selama pengiriman. Untuk tube, dilakukan sealing dengan pemanas.

Tahap 4: Labeling (Pemasangan Label)

Label yang berisi informasi produk (nama, komposisi, logo BPOM, dll) dipasang. Label bisa berupa stiker atau cetak langsung pada kemasan. Pemasangan harus presisi, tidak miring atau terkelupas. Untuk MOQ 1000 pcs, biasanya menggunakan mesin labeling semi-otomatis.

Tahap 5: Pengemasan Sekunder (Memasukkan ke Dus)

Produk yang sudah diberi label dimasukkan ke dalam dus (inner box). Setiap dus biasanya berisi 1 produk (untuk produk premium) atau bisa juga beberapa produk (misal: dus untuk krim 50 ml).

Tahap 6: Final QC Pengemasan

Petugas QC mengambil sample dari kemasan akhir (minimal 5–10 unit per batch 1000 pcs) untuk diperiksa:

  • Kebocoran: botol/tube ditekan atau direndam.
  • Kesesuaian label: apakah batch number, tanggal kadaluarsa, nomor BPOM tercantum dengan benar.
  • Kerapihan: tidak ada label terkelupas, dus tidak penyok.
  • Berat/volume akhir: ditimbang ulang untuk memastikan tidak ada underfill.

Jika ditemukan cacat, seluruh batch diperiksa ulang dan yang cacat disisihkan.

Tahap 7: Pengemasan ke Karton Besar (Master Carton)

Produk dalam dus dimasukkan ke dalam karton besar (master carton) untuk pengiriman. Setiap karton diberi label berisi nama produk, jumlah, batch number, dan tanggal kadaluarsa. Karton harus cukup kuat untuk melindungi produk selama pengiriman.


[EVIDENCE] Tabel Standar Kemasan Berdasarkan Jenis Produk

Berikut adalah rekomendasi jenis kemasan primer untuk berbagai produk kosmetik dengan MOQ 1000 pcs:

Jenis ProdukKemasan Primer yang UmumMaterialKapasitas Umum
SerumBotol pump, botol dropperKaca, PET, atau PETE15 ml, 30 ml, 50 ml
Toner / Micellar waterBotol pump, botol flip-topPET, HDPE100 ml, 150 ml, 200 ml
Krim / LotionTube, jar (pot), airless pumpAluminium tube, plastik tube, jar kaca/akrilik30 g, 50 g, 100 g
Body lotionBotol pump, botol squeezeHDPE, PET100 ml, 200 ml, 300 ml
Sabun cair / ShampooBotol pump, botol flip-topHDPE, PET100 ml, 250 ml, 500 ml
Masker sheetSachet per lembar + dusAluminium foil atau plastik multilayer25 ml per sachet
Bedak padat / Compact powderCompact case dengan cerminPlastik ABS, akrilik10 g, 15 g

Kesalahan Umum dalam Desain Kemasan (Yang Sering Menyebabkan Penolakan BPOM)

Berdasarkan pengalaman kami, berikut adalah kesalahan paling sering terjadi pada desain kemasan klien:

  • Logo BPOM tidak sesuai: Warna bukan hitam putih, proporsi tidak 1:1, ukuran terlalu kecil (di bawah 5 mm), atau logo dipotong.
  • Komposisi tidak dalam format INCI: Menggunakan nama dagang (misal: “Vitamin C” seharusnya “Ascorbic Acid”), urutan tidak sesuai konsentrasi.
  • Tidak mencantumkan nama dan alamat produsen: Ini wajib, meskipun produk maklon. Cantumkan alamat pabrik yang sebenarnya.
  • Klaim berlebihan pada kemasan: Misal: “Menghilangkan jerawat dalam 3 hari” (tidak boleh untuk kosmetik).
  • Batch number dan tanggal kadaluarsa tidak ada: Wajib dicantumkan, bisa dicetak langsung atau dengan stiker.
  • Informasi wajib terletak di lipatan atau tersembunyi: Harus mudah dibaca tanpa membuka lipatan.

Tips: Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar (1000 pcs), konsultasikan desain Anda dengan tim legal pabrik. Di PT Gazka, kami memberikan layanan pemeriksaan desain gratis.


Studi Kasus: “Bright Serum” – Perbaikan Desain Kemasan untuk Lolos BPOM

Klien kami, Mbak Lina, mendesain kemasan serum dengan sangat artistik. Ia sudah mencetak 1000 dus dan 1000 botol. Sebelum mengajukan BPOM, ia meminta tim legal PT Gazka memeriksa. Kami menemukan:

  • Logo BPOM berwarna abu-abu (bukan hitam putih) dan ukuran hanya 3 mm.
  • Komposisi menggunakan nama dagang (misal: “Vitamin B3” bukan “Niacinamide”).
  • Tidak mencantumkan batch number dan tanggal kadaluarsa pada botol.

Mbak Lina terpaksa mencetak ulang dus (biaya Rp 3 juta) dan menambahkan stiker pada botol. Berkat koreksi ini, notifikasi BPOM-nya disetujui dalam 5 minggu. Ia berkata: “Andai saya konsultasi dulu, saya tidak perlu buang biaya cetak ulang.”


FAQ Seputar Standar Pengemasan Produk Maklon

1. Apakah kemasan sekunder (dus) wajib ada?

Wajib jika informasi yang diperlukan tidak dapat dicantumkan seluruhnya pada kemasan primer (misal karena ukuran botol terlalu kecil). Namun, kemasan primer minimal harus memiliki nama produk, logo BPOM, netto, batch number, dan tanggal kadaluarsa.

2. Apakah logo BPOM boleh dicetak berwarna?

Tidak. Logo BPOM harus hitam putih, proporsi 1:1, dan tidak boleh dimodifikasi (tidak boleh ditambah efek bayangan, gradasi, dll).

3. Apakah nomor BPOM boleh dicantumkan dengan stiker?

Boleh, asalkan stiker tidak mudah lepas dan ukuran sesuai. Banyak brand melakukan ini untuk efisiensi karena nomor BPOM keluar setelah kemasan dicetak.

4. Berapa ukuran minimal logo BPOM pada kemasan primer?

Minimal 5 mm. Untuk kemasan sekunder, ukuran dapat disesuaikan tetapi tetap proporsional.

5. Apakah komposisi dalam bahasa Inggris diperbolehkan?

Diperbolehkan, karena format INCI memang menggunakan bahasa Latin/Inggris. Namun, informasi lain seperti cara penggunaan dan peringatan sebaiknya dalam bahasa Indonesia.

6. Bagaimana jika kemasan produk saya menggunakan bahasa asing (misal: Korea, Jepang)?

Informasi wajib (komposisi, nama produsen, dll) harus tetap dicantumkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang dapat dipahami. Label dalam bahasa asing boleh sebagai tambahan.

7. Apakah PT Gazka membantu klien dalam desain kemasan?

Kami tidak menyediakan jasa desain grafis, tetapi kami memiliki rekomendasi desainer yang paham regulasi BPOM. Kami juga memeriksa desain klien secara gratis sebelum dicetak.

8. Berapa lama proses filling untuk batch 1000 pcs?

Untuk filler semi-otomatis, proses filling 1000 pcs memakan waktu sekitar 2–4 jam, tergantung kecepatan mesin dan jenis kemasan.

9. Apakah ada standar khusus untuk kemasan yang ramah lingkungan?

Saat ini BPOM tidak mewajibkan, tetapi tren pasar mengarah ke kemasan ramah lingkungan (glass, paper-based, biodegradable). Pastikan tetap memenuhi informasi wajib.

10. Apa yang harus dilakukan jika ada produk yang kemasannya bocor setelah dikirim?

Klien harus segera melaporkan ke pabrik. Pabrik akan menyelidiki penyebab (kesalahan filling, tutup longgar, atau kerusakan saat pengiriman). Jika kesalahan pabrik, biasanya diberikan kompensasi pada pesanan berikutnya.


Kesimpulan: Kemasan yang Sesuai Standar adalah Izin Edar Anda

Standar pengemasan produk maklon bukan hanya soal estetika, tetapi kepatuhan terhadap regulasi BPOM yang menentukan apakah produk Anda bisa diedarkan secara legal. Pastikan kemasan Anda mencantumkan semua informasi wajib, logo BPOM yang benar, komposisi INCI, batch number, dan tanggal kadaluarsa. Konsultasikan desain Anda dengan tim legal pabrik sebelum mencetak massal untuk menghindari pemborosan biaya. Dengan kemasan yang sesuai standar, produk Anda siap bersaing di pasaran dan memenangkan kepercayaan konsumen.

Tiga poin utama:

  1. Kemasan wajib mencantumkan 11 informasi sesuai BPOM, termasuk nama produk, komposisi INCI, logo BPOM, batch number, dan tanggal kadaluarsa.
  2. Proses pengemasan meliputi filling, labeling, pengemasan sekunder, dan final QC.
  3. Konsultasikan desain kemasan dengan tim legal pabrik sebelum cetak massal (1000 pcs) untuk menghindari penolakan BPOM.

Untuk pemahaman lebih dalam, baca artikel subpage lainnya dalam seri ini:

📞 Konsultasi gratis via WhatsApp. Tim Gazka siap membantu Anda menjalankan alur maklon dengan sukses.

maklon kosmetik yogyakarta

Bagikan:

Artikel Terbaru