Proses Pengurusan HAKI Merek Kosmetik: Panduan Lengkap Pendaftaran Merek untuk Brand Owner (2026)

proses pengurusan HAKI merek kosmetik

Ditulis Tim R&D PT Gazka Biofarma Kosmetindo – 15 tahun mendampingi brand dari awal hingga sukses.

Di artikel pilar “Panduan Legalitas Maklon Kosmetik 2026”, kami telah membahas BPOM, halal, dan legalitas pabrik. Namun, ada satu aspek yang sering dilupakan oleh brand owner pemula: HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk merek. Pertanyaan yang sering muncul: “Apakah merek saya perlu didaftarkan? Bagaimana prosesnya? Berapa biayanya? Apakah bisa dilakukan sendiri?”

Hari ini, Tim R&D PT Gazka Biofarma Kosmetindo akan membedah tuntas proses pengurusan HAKI merek kosmetik. Kami akan menjelaskan mengapa pendaftaran merek itu penting, langkah-langkah lengkap dari pencarian hingga sertifikat terbit, biaya yang diperlukan, serta tips menghindari penolakan. Dengan panduan ini, Anda dapat melindungi identitas brand Anda dari peniru dan membangun aset bisnis jangka panjang.


Mengapa HAKI Merek Itu Penting untuk Brand Kosmetik?

HAKI merek (merek dagang) adalah hak eksklusif yang diberikan kepada pemilik merek terdaftar untuk menggunakan merek tersebut dalam perdagangan. Meskipun tidak wajib untuk mengurus BPOM atau halal, pendaftaran merek sangat disarankan karena:

  • Perlindungan hukum: Merek yang terdaftar dilindungi oleh undang-undang. Jika ada pihak lain yang menggunakan merek serupa, Anda dapat menuntut secara hukum.
  • Mencegah peniru: Banyak brand lokal sukses yang ditiru mereknya oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dengan pendaftaran, Anda memiliki bukti kepemilikan.
  • Aset bisnis: Merek terdaftar adalah aset tidak berwujud yang dapat dinilai, dijual, atau dilisensikan.
  • Syarat kemitraan: Beberapa distributor dan marketplace mensyaratkan merek terdaftar untuk kerjasama resmi.

Kisah nyata: Seorang klien kami meluncurkan brand dengan nama “Glow Natural”. Setelah 2 tahun sukses, muncul brand lain dengan nama “Glow Naturale” dengan kemasan mirip. Klien kami tidak mendaftarkan merek, sehingga kesulitan menuntut. Akhirnya ia harus mengubah nama brand-nya dan kehilangan pelanggan. Setelah kejadian itu, ia selalu mendaftarkan merek sejak awal.


Kapan Waktu yang Tepat Mendaftarkan Merek?

Waktu terbaik untuk mendaftarkan merek adalah segera setelah Anda menetapkan nama brand, bahkan sebelum produksi massal. Proses pendaftaran memakan waktu 6–12 bulan, tetapi Anda tetap bisa memproduksi dan menjual produk sambil menunggu sertifikat. Yang penting, Anda sudah mengajukan permohonan sebagai bukti hak prioritas.

JASA MAKLON KOSMETIK

Jangan menunggu brand Anda terkenal baru mendaftar. Semakin populer suatu merek, semakin besar kemungkinan ada pihak lain yang mendaftarkan terlebih dahulu (merek terkenal sering menjadi target “pembajakan merek”).


Langkah-Langkah Pengurusan HAKI Merek Kosmetik

Pendaftaran merek di Indonesia dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM. Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1: Pencarian Merek (Searching)

Sebelum mendaftar, pastikan merek yang Anda inginkan belum terdaftar oleh pihak lain. Lakukan pencarian di basis data DJKI (https://pdki-indonesia.dgip.go.id). Cari dengan kata kunci nama merek, kelas barang (kosmetik termasuk kelas 3), dan status pendaftaran. Jika ditemukan merek yang mirip atau sama, sebaiknya pilih nama alternatif.

Tips: Pilih nama yang unik dan tidak deskriptif (misal: “Glow” terlalu umum, “Zerafina” lebih unik).

Langkah 2: Persiapan Dokumen

Siapkan dokumen berikut:

  • KTP penanggung jawab (pemilik merek).
  • NPWP (pribadi atau badan).
  • Logo merek dalam format JPG (ukuran maksimal 2 MB, resolusi baik).
  • Daftar kelas barang/jasa (untuk kosmetik, kelas 3). Bisa juga menambahkan kelas lain jika produk Anda beragam.
  • Surat kuasa (jika menggunakan konsultan).

Langkah 3: Pengajuan Permohonan (Filing)

Ajukan permohonan secara online melalui e-Signature DJKI (https://signature.dgip.go.id). Ikuti alur:

  • Registrasi akun dengan email aktif.
  • Isi formulir permohonan: data pemilik, nama merek, logo, kelas barang, dll.
  • Upload dokumen yang diperlukan.
  • Lakukan pembayaran biaya pendaftaran (akan muncul kode billing).
  • Kirim permohonan. Sistem akan memberikan nomor permohonan dan tanggal prioritas.

Langkah 4: Pemeriksaan Formalitas

Petugas DJKI akan memeriksa kelengkapan administrasi (formulir, dokumen, pembayaran). Jika ada kekurangan, Anda akan diberi waktu untuk memperbaiki. Pemeriksaan formalitas biasanya memakan waktu 1–2 minggu.

Langkah 5: Pengumuman (Publikasi)

Jika lolos pemeriksaan formalitas, merek Anda akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek selama 2 bulan. Selama periode ini, pihak lain dapat mengajukan keberatan jika merasa merek Anda mirip dengan miliknya.

Langkah 6: Pemeriksaan Substantif

Setelah masa publikasi selesai, petugas akan memeriksa apakah merek Anda memenuhi syarat substantif: tidak mirip dengan merek terdaftar lain, tidak bertentangan dengan ketertiban umum, tidak deskriptif, dll. Proses ini memakan waktu 4–8 bulan.

Langkah 7: Sertifikat Merek Terbit

Jika disetujui, DJKI akan menerbitkan sertifikat merek. Sertifikat berlaku 10 tahun dan dapat diperpanjang. Anda akan menerima sertifikat digital dan fisik (dapat dicetak).


[EVIDENCE] Tabel Timeline dan Biaya Pendaftaran Merek

Berikut estimasi waktu dan biaya untuk pendaftaran merek (tanpa menggunakan jasa konsultan):

TahapanWaktuBiaya (Rp)
Pencarian merek (searching) – bisa sendiri1–2 hari0
Pengajuan permohonan (filing) – biaya resmi per kelas1 hari1.800.000 (perorangan) / 2.500.000 (badan usaha)
Pemeriksaan formalitas1–2 minggu0
Publikasi (2 bulan)2 bulan0
Pemeriksaan substantif4–8 bulan0
Penerbitan sertifikat1–2 minggu setelah disetujui0
Total6–12 bulan1.800.000 – 2.500.000 per kelas

Catatan: Jika menggunakan jasa konsultan HAKI, tambahan biaya jasa sekitar Rp 500.000 – 2.000.000 per aplikasi. Konsultan akan membantu pencarian, penyusunan dokumen, dan memantau proses.


Perbedaan Pendaftaran Merek Perorangan vs Badan Usaha

Anda bisa mendaftarkan merek atas nama perorangan atau atas nama badan usaha (CV, PT, dll). Berikut perbedaannya:

AspekPeroranganBadan Usaha
Biaya pendaftaranRp 1.800.000Rp 2.500.000
DokumenKTP, NPWP pribadiAkta pendirian, SK Kemenkumham, NPWP badan, KTP direktur
PerlindunganMelekat pada orangMelekat pada perusahaan, lebih stabil jika pendiri berganti
Cocok untukPemula, usaha peroranganBrand yang sudah besar, ada investor, atau ingin ekspansi

Untuk pemula, pendaftaran atas nama perorangan sudah cukup. Nanti jika sudah berbadan usaha, Anda dapat mengalihkan kepemilikan merek melalui proses peralihan hak.


Kelas Merek untuk Produk Kosmetik

Dalam sistem klasifikasi Nice (International Classification of Goods and Services), produk kosmetik umumnya masuk dalam Kelas 3. Kelas 3 mencakup: sediaan pembersih, kosmetik, wewangian, produk perawatan kulit, dll. Jika Anda memiliki produk yang tidak termasuk kosmetik (misal: sabun mandi yang bukan kosmetik, atau alat kecantikan), mungkin perlu kelas lain. Konsultasikan dengan konsultan HAKI jika ragu.

Pendaftaran dapat mencakup satu kelas atau beberapa kelas. Biaya per kelas sekitar Rp 1.800.000 – 2.500.000. Untuk pemula, cukup daftarkan Kelas 3 terlebih dahulu.


Kesalahan Umum yang Menyebabkan Penolakan Merek

Berikut penyebab seringnya permohonan merek ditolak oleh DJKI:

  • Merek mirip dengan merek terdaftar lain: Baik dari segi bunyi, ejaan, atau kemiripan keseluruhan.
  • Merek bersifat deskriptif: Misal “Glow” untuk produk pencerah, “Lembab” untuk pelembab. Nama deskriptif sulit didaftar karena dianggap kebutuhan umum.
  • Merek melanggar ketertiban umum atau agama: Nama yang mengandung unsur SARA atau pornografi.
  • Logo mengandung unsur yang dilindungi: Misal meniru lambang negara atau organisasi internasional.
  • Dokumen tidak lengkap atau salah kelas.

Tips: Lakukan pencarian menyeluruh dan pilih nama yang unik. Hindari kata-kata umum yang banyak digunakan. Konsultasi dengan konsultan HAKI dapat meminimalkan risiko penolakan.


Studi Kasus: “Zerafina Skincare” – Sukses Mendaftar Merek Sejak Awal

Klien kami, Mbak Laras, memilih nama “Zerafina” untuk brand skincare-nya. Sebelum mencetak kemasan dan produksi massal, ia melakukan pencarian merek di DJKI dan memastikan tidak ada yang mendaftar. Ia mengajukan permohonan merek sendiri (tanpa konsultan) dengan biaya Rp 1.800.000. Proses memakan waktu 8 bulan, dan sertifikat terbit. Sambil menunggu, ia tetap memproduksi dan menjual produk dengan nama “Zerafina”.

Setahun kemudian, muncul brand lain dengan nama “Zerafina Beauty” yang mencoba meniru. Karena Mbak Laras sudah memiliki sertifikat merek, ia dapat melaporkan dan brand peniru dipaksa mengganti nama. Mbak Laras berkata: “Biaya pendaftaran merek sangat kecil dibandingkan kerugian jika merek saya dicuri.”


FAQ Seputar Proses Pengurusan HAKI Merek Kosmetik

1. Apakah pendaftaran merek wajib sebelum mengurus BPOM?

Tidak wajib. BPOM tidak memerlukan sertifikat merek untuk notifikasi kosmetik. Namun, sangat disarankan untuk melindungi brand Anda.

2. Berapa lama masa berlaku sertifikat merek?

10 tahun, dapat diperpanjang untuk periode 10 tahun berikutnya. Perpanjangan biaya sekitar Rp 1.000.000 – 1.500.000.

3. Apakah saya bisa mendaftarkan merek dengan nama yang sudah digunakan orang lain?

Tidak. Pendaftaran akan ditolak jika nama merek sama atau mirip dengan merek terdaftar untuk kelas barang yang sama.

4. Apakah logo harus didaftarkan terpisah dari nama merek?

Dalam satu permohonan, Anda bisa mendaftarkan nama merek dan logo sekaligus. Namun, jika ingin perlindungan terpisah (misal: logo tanpa nama), bisa diajukan terpisah.

5. Apakah PT Gazka membantu pendaftaran merek untuk klien?

Kami tidak memiliki layanan internal untuk HAKI, tetapi kami dapat merekomendasikan konsultan HAKI terpercaya yang biasa bekerja dengan klien kami.

6. Berapa biaya jika menggunakan konsultan HAKI?

Biaya jasa konsultan biasanya Rp 500.000 – 2.000.000 per aplikasi, tergantung kompleksitas. Total dengan biaya resmi menjadi Rp 2.300.000 – 4.500.000.

7. Apakah merek yang sudah terdaftar bisa digunakan oleh orang lain jika saya tidak memperpanjang?

Jika tidak diperpanjang setelah masa berlaku habis, merek Anda dianggap tidak terdaftar dan dapat didaftarkan oleh pihak lain.

8. Apakah pendaftaran merek internasional bisa dilakukan dari Indonesia?

Bisa melalui sistem Madrid Protocol. Prosesnya lebih kompleks dan biaya lebih besar. Untuk pemula, fokus pada pendaftaran nasional dulu.

9. Apa yang harus dilakukan jika ada pihak lain menggunakan merek saya tanpa izin?

Kumpulkan bukti, lalu laporkan ke DJKI atau ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga. Konsultasikan dengan pengacara HAKI.

10. Apakah nama brand yang sudah dipakai di media sosial bisa didaftarkan?

Bisa, selama belum terdaftar di DJKI. Namun, jika sudah ada merek terdaftar dengan nama serupa, permohonan Anda bisa ditolak. Lakukan pencarian terlebih dahulu.


Kesimpulan: Lindungi Brand Anda dengan HAKI Sejak Dini

Proses pengurusan HAKI merek kosmetik memang memakan waktu 6–12 bulan, tetapi biayanya relatif terjangkau (sekitar Rp 1,8–2,5 juta per kelas). Ini adalah investasi kecil untuk melindungi identitas brand Anda dari peniru dan membangun aset bisnis jangka panjang. Jangan menunggu hingga brand Anda terkenal baru mendaftar—lakukan segera setelah nama brand ditetapkan.

Tiga poin utama:

  1. Lakukan pencarian merek terlebih dahulu untuk memastikan nama yang Anda pilih belum terdaftar.
  2. Ajukan permohonan secara online melalui e-Signature DJKI dengan biaya resmi Rp 1,8–2,5 juta per kelas (kosmetik kelas 3).
  3. Proses memakan waktu 6–12 bulan, tetapi Anda tetap bisa berjualan sambil menunggu sertifikat terbit.

Untuk pemahaman lebih dalam, baca artikel subpage lainnya dalam seri ini:

📞 Konsultasi gratis via WhatsApp. Tim Gazka siap membantu Anda menjalankan alur maklon dengan sukses.

maklon kosmetik yogyakarta

Bagikan:

Artikel Terbaru